Welcome to Our Blog

Please Visit our Facebook Group or leave any comment/feedback for our Blog improvement here

Metta Day

GMVBB mengunjungi Panti Asuhan sebagai wujud cinta kasih

Perayaan Imlek SMB SD

新年快乐, 恭喜发财!🍊🐶

Magha Puja 2561 B.E. / 2018 M

"Janganlah berbuat kejahatan perbanyakanlah perbuatan baik sucikan hati dan pikiranmu, Itulah Ajaran semua Buddha" -Dhammapada Ayat 183-

Inauguration and Continuation Day

Pelantikan dan Perayaan Hari Ulang Tahun GMVBB dan WBVBB
21 Tahun GMVBB dan 2 Tahun WBVBB.

Sunday, 16 June 2013

Perayaan Waisak 2557 BE/2013


Hari Raya Trisuci Waisak sudah merupakan acara besar tahunan bagi umat Buddha. Hari Waisak merupakan salah satu hari raya besar yang selalu diperingati oleh seluruh umat Buddha di seluruh dunia, demikian juga umat Buddha di kota Batam khususnya di Vihara Budhi Bhakti yang diselenggarakan oleh GMVBB. Perayaan Waisak merupakan perayaan yang sangat penting bagi umat Buddha. Ini dikarenakan di hari Waisak ini, umat Buddha diingatkan kembali akan hari-hari bersejarah bagi umat manusia dan semua makhluk hidup, di mana memperingati tiga peristiwa penting yang dialami oleh guru agung kita, Buddha Gautama.

Tiga peristiwa penting yang diperingati oleh umat Buddha yang bersamaan jatuh pada bulan purnama Sidhi di bulan Waisak yaitu:
1.    Hari lahirnya Pangeran Siddharta Gautama pada tahun 623 SM di taman Lumbini.
2.    Hari pencapaian Penerangan Sempurna (Samma-sambuddha) Pertapa Gotama pada tahun 588 SM di bawah pohon Bodhi, di hutan Bodhi Gaya.
3.    Hari Maha Parinibbana (Wafat) Sang Buddha Gautama pada tahun 543 di Kusinara.

Karena ada 3 peristiwa penting nan suci yang diperingati di hari Waisak ini, maka perayaan Waisak lebih dikenal dengan sebutan "Tri Suci Waisak".

Maka untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak ini, maka GMVBB pun mengadakan beberapa acara yang sudah dilaksanakan dari tahun ke tahun. Acara-acara yang dilakukan sebelum Hari Waisak yaitu:

  1.      Sebulan Penghayatan Dharma (SPD)
Dilaksanakan setiap hari mulai tanggal 24 April-24 Mei Pukul 07.00 pagi dan malam. Acara dimulai dengan kebaktian dan kemudian dilanjutkan dengan ceramah yang diisi oleh Romo ataupun Bhikkhu Sangha dengan tema yang berbeda-beda setiap harinya.

  2.      Lomba Pra-Waisak


SD
·           Lomba Mewarnai (28 April 2013)




·           GABI Star (5 Mei 2013)


·            Lomba Outdoor Games (12 Mei 2013)


SMP
·           Lomba Kreasi Kartu Waisak (28 April 2013)

·           Lomba Outdoor Find The Clue (5 Mei 2013)


SMA
·           Lomba Kreasi Poster Bernuansa Buddhis (28 April 2013)

·           Lomba Outdoor Treasure Hunt (5 Mei 2013)
 

Sedangkan acara yang dilakukan pada Hari Waisak yaitu:
1.      Penyalaan Pelita (点灯)

Dibuka pada tanggal 23-25 Mei 2013 dari Pukul 07.00 Pagi sampai 11.00 Malam di Lapangan Vihara Budhi Bhakti. Makna penyalaan pelita yaitu dengan Pelita Puja yang dipersembahkan ini dapat menciptakan potensi yang positif bagi diri kita sendiri dan dapat memberikan kebahagiaan bagi semua makhluk. Persembahan merupakan cara kita untuk melatih pikiran agar berbahagia pada saat memberi.


2.      Pemandian Buddha Rupang (Yi Fo)

Dibuka berbarengan dengan Penyalaan Pelita dan merupakan program tahunan GMVBB dalam merayakan Hari Waisak. Namun, Pemandian Buddha Rupang tahun ini agak berbeda dari tahun lalu karena pada tahun ini dibuka pada 2 tempat yaitu di Lapangan Vihara Budhi Bhakti dan juga di dalam Gedung Baru Vihara Budhi Bhakti. Makna Pemandian Buddha Rupang ini yaitu sebagai simbol menyambut kehadiran sang Bodhisatva, Siddharta Gotama, seperti halnya, pangeran Siddharta lahir ke dunia ini, disambut oleh hujan panas dan dingin, serta bunga yang harum dari para dewa. Sesungguhnya makna dari tradisi ini lebih untuk mengingatkan umat Buddha senantiasa sadar dan menyelaraskan diri dengan lingkungan, selalu mensucikan pikiran kita, ucapan kita dan perbuatan kita.



3.      Puja Bhakti Malam Suci Waisak dan Prosesi Lilin (Pradaksina)

Seperti dari tahun ke tahun, Puja Bhakti dan Prosesi Lilin sudah menjadi acara tahunan yang diadakan oleh GMVBB. Acara diadakan di Lapangan Parkir Vihara Budhi Bhakti pada tanggal 24 Mei 2013 pukul 05.00 sore dan dimulai dengan Kebaktian Umum yang dipimpin oleh Pandita Romo Ngateman MPd. dan dilanjutkan dengan Dhammadesana yang diisi oleh YM. Bhikkhu Thittapanno. Kemudian dilakukan Pradaksina yang dilakukan dengan mengitari Vihara Budhi Bhakti sambil membawa lilin.


4.      Pentas Seni Waisak 2013

Diadakan pada tanggal 24 Mei 2013 pada jam 07.00 malam setelah selesai melakukan Puja Bhakti Malam Suci Waisak dan Prosesi Lilin. Acara dibawa oleh MC Jupendi dan diisi dengan tarian, lagu-lagu Buddhis, drama yang mayoritas diisi oleh anak-anak Sekolah Minggu Buddhis Vihara Budhi Bhakti. Juga diadakan acara Final GABI Star untuk memilih 1 pemenang dari kelima anak GABI yang sudah dilombakan sebelumnya. Juri yang hadir adalah Candani Suttana (Artis Buddhis), Pricella (Duta Buddhayana Kepri) dan Wono Kustanto (Pengamat Lagu). Candani dan Pricella pun turut memeriahkan acara dengan menyanyikan beberapa lagu. Tidak lupa juga diadakan pembagian hadiah untuk pemenang pada perlombaan yang sudah diadakan sebelumnya. Akhirnya pengumuman pemenang GABI Star yang ditunggu-tunggu pun sampai. Pemenangnya pun jatuh kepada Vanessa! Selamat kepada Vanessa yang berhak mendapatkan piala dan duit sebesar 300.000. Untuk para peserta lain yang tidak terpilih, jangan berkecil hati dan tetap semangat. Acara berlangsung sangat meriah dan penonton pun antusias mengikuti acara walaupun acara tahun ini berlangsung hingga pukul 10.45 malam.





5.      Kebaktian Detik-Detik Waisak 2557 BE/2013

Untuk menyambut Detik-Detik Waisak yang jatuh pada pukul 11:24:39 pada Sabtu, 25 Mei 2013, maka GMVBB pun mengadakan Kebaktian di Gedung Baru Vihara Budhi Bhakti pada pukul 10.30 pagi. Bhikkhu Sangha pun turut menghadiri Kebaktian ini yang diwakili oleh Bhante Vuddhiko. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Kami Datang Bersujud untuk menyambut Bhikkhu Sangha memasuki ruangan, Persembahan Puja, menyalakan lilin Panca Warna dan dilanjutkan dengan acara Kebaktian seperti biasa jika dihadiri oleh Bhante. Untuk memperingati Hari Waisak, maka dilakukan pembacaan Vesakha Puja Gatha dan juga diselingi dengan beberapa lagu Waisak seperti Kelahiran Buddha, Malam Suci Waisak dan Saat Parinibbana. Dhammadesana yang dibabarkan oleh Bhante Vuddhiko lebih memfokuskan tentang tema Waisak tahun ini yaitu “Kasih Buddha Menerangi Dunia”. Kita seharusnya ikut menghadirkan kasih Buddha dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengasihi berarti membawa kebahagiaan, mengurangi penderitaan, mempersembahkan sukacita dan melampaui semua diskriminasi. Cara kita untuk membawa kebahagiaan tidak hanya dengan mengasihi orang lain, tetapi juga dengan mengasihi diri kita sendiri. Sehingga dengan menggunakan momentum Waisak, kita bersama-sama memperkuat tekad kita untuk berlatih mempraktikkan kasih Buddha. Demikian akhirnya acara Kebaktian Detik-Detik Waisak pun selesai dilaksanakan dan juga disediakan makan siang untuk umat.


 Demikian serangkaian acara Perayaan Waisak 2557 BE/2013 di Vihara Budhi Bhakti. Semoga tahun depan acara dapat diadakan kembali dan juga dapat mengadakan acara baru untuk menyambut Waisak. 

Sadhu..Sadhu..Sadhu..

Perayaan Waisak Yos Sudarso (2557 BE/2013)

Walaupun Yos Sudarso Batam merupakan sekolah Katholik yang dibawahi oleh yayasan Tunas Karya, namun ternyata murid-murid yang bersekolah di sana banyak yang beragama Buddha terutama murid-murid SMA Yos Sudarso. Terlebih Waisak merupakan hari beragama yang penting bagi umat Buddha yang perlu dirayakan oleh umat Buddha sehingga dengan pertimbangan ini maka GMVBB pun mengadakan Perayaan Waisak di SMA Yos Sudarso untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2555 BE/2011.




Perayaan Waisak di SMA Yos Sudarso tahun ini agak berbeda dari tahun sebelumnya, yang dapat terlihat dari tempat dilaksanakannya Perayaan Waisak ini, jumlah peserta/murid yang mengikuti acara ini dan juga Bhante yang menghadiri dan memimpin Kebaktian tahun ini pun berjumlah 4 orang yaitu YM. Bhante Vuddhiko, Bhante Thittapanno, Bhante Adhitthanapanno dan Ashin Kusalananda. Waktu diadakannya juga berbeda dari tahun-tahun lalu dimana selalu diadakan seminggu setelah Waisak, namun pada tahun ini diadakan lebih cepat yaitu seminggu sebelum Waisak tepatnya hari Jumat, 17 Mei 2013 pada pukul 12.00-14.00.

 

Acara dimulai dengan dengan menyanyikan lagu Kami Datang Bersujud untuk menyambut Bhikkhu Sangha memasuki ruangan, menyalakan lilin Panca Warna dan dilanjutkan dengan acara Kebaktian seperti biasa jika dihadiri oleh Bhante. Namun Kebaktian tersebut diselingi juga dengan menyanyikan lagu untuk memperingati Waisak seperti Kelahiran Buddha, Malam Suci Waisak dan Saat Parinibbana. Juga dilakukan pembacaan Vesakha Puja Gatha untuk memperingati Hari Waisak. Adapun Dhammadesana disampaikan oleh Ashin Kusalananda yang mengajak murid-murid Yos Sudarso untuk selalu mengingat dan menghormati keluhuran Tiratana (Buddha, Dhamma, Sangha), tidak dengan berbagai persembahan tapi dengan mempraktekkan ajaran Dhamma dengan sungguh-sungguh. Tidak lupa juga sebelum acara selesai dilakukan pelimpahan jasa yang diwakili oleh murid-murid Yos Sudarso dan juga pemberkahan yang dilakukan oleh Bhante Adhitthanapanno. Akhirnya acara selesai dan Bhante pun meninggalkan SMA Yos Sudarso. Sungguh Perayaan Waisak yang tidak kalah ramai dan tentram seperti di Vihara-Vihara. Semoga tahun depan Perayaan Waisak ini tetap dapat dilanjutkan kembali di SMA Yos Sudarso.


Sadhu..Sadhu..Sadhu..

Saturday, 18 May 2013

Hasil Pemenang Lomba Waisak 2557 BE

Inilah hasil karya anak-anak Sekolah Minggu Buddhis Vihara Budhi Bhakti dari tingkat SD sampai SMA pada lomba Waisak 2557 B.E. yang dilaksanakan pada tanggal 28 April 2013 lalu bertempat di Vihara Budhi Bhakti. Berikut yang ditampilkan hanya hasil karya pemenang lomba.

Lomba Mewarnai (SD)






Lomba Membuat Kartu Waisak (SMP)




Lomba Membuat Poster Bernuansa Buddhis (SMA)

 

Friday, 10 May 2013

Perayaan HUT GMVBB Ke-16 (16th Continuation Day)


Tepat hari Sabtu, 13 April 2013, GMVBB mengadakan acara Syukuran 16 tahun GMVBB. Acara ini dihadiri oleh 5 orang Bhikkhu Sangha dan ratusan umat Buddha. Kegiatan dimulai tepat pukul 19.00 malam. Syukuran ini dengan pembacaan Gatha Namaskara, dimana sebagai umat Buddha yang senantiasa bersyukur dan bersujud pada Sang Tiratana, Buddha, Dhamma dan Sangha. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan permohonan Tisarana dan Pancasila yang dipimpin oleh Upa. Thanavaro Candy Mudyta. Lantunan Paritta usai dibacakan, dilanjutkan dengan meditasi renungan yang indah dan penuh welas.


Pada kesempatan ini, umat Buddha yang hadir turut mendengarkan Wejangan Dhamma dari YM. Bhikkhu Nyanamano. Bhante berpesan kepada para umat untuk menyadari apa fungsi dari keberadaan sebuah vihara. Hubungan vihara dengan umat. Vihara memberikan apa kepada umat. Dan bagaimana umat harus berbuat kepada vihara. Hal-hal ini terkadang tidak disadari oleh umat Buddha. Bhante berpesan agar umat Buddha harus menjadi umat yang bijak, lebih pro-aktif dalam menjadikan wihara sebagai benar sebuah tempat untuk melatih diri dengan baik. Umat jangan terlalu menuntut terlalu banyak dari apa yang harus vihara berikan kepada umat. Harus dipikir dengan baik. Untuk para aktivis, bhante juga berpesan, agar tetap semangat dan menjadikan ini sebagai suatu kesempatan untuk belajar memikirkan kepentingan orang banyak.


Kegiatan selanjutnya, dilanjutkan dengan kata Sambutan dari Pengurus Muda Mudi Vihara Budhi Bhakti yang diwakili oleh Sdr. Candy Mudyta. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Yayasan Vihara Umat Buddha, Vihara Budhi Bhakti Batam, Bpk. Rudi Tan. Dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari Guru Agama Buddha sekaligus Pembina GMVBB dari tahun ke tahun, Romo Ngateman. Dan sebagai sambutan penutup, berkenan memberikan sambutan oleh Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Bpk. Sudir, S.Pd. Pengenangan terhadap perjuangan Muda Mudi Vihara Budhi Bhakti dipersembahkan dalam bentuk video yang merangkum foto-foto bersejarah yang berdurasi selama 30 menit. Sungguh mengesan dan menyejukkan hati ketika melihat foto-foto tersebut.


Selanjutnya adalah pemotongan tumpeng dan kue. Diiringi dengan menyanyikan lagu-lagu ulang tahun. Dilanjutkan dengan lantunan doa pelimpahan jasa dan pemberkahan dari Bhikkhu Sangha. Semoga dengan pemberkahan ini, memberikan kekuatan kepada semuanya untuk terus semangat dan bertekad untuk mengembangkan Buddha Sasana.
 

 
Penutup kegiatan adalah ramah tamah sambil menikmati foto-foto dari jaman dulu hingga tahun 2010. Acara ini sederhana, tapi sangat mengesankan di hati. Semoga GMVBB maju terus dan terus maju. Terima kasih untuk semua pihak yang telah mendukung keberadaan GMVBB. Anumodana. Semoga kita senantiasa diberkahi oleh Para Buddha dan Para Bodhisatva.

 



Saturday, 9 March 2013

Visudhi Upasaka/Upasika

Pada 24 Februari 2013, GMVBB berhasil melaksanakan Upacara Visudhi Upasaka/Upasika yang bertempat di Gedung Baru Vihara Budhi Bhakti. Visudhi adalah pernyataan tekad seseorang untuk berlindung kepada Sang Tiratana. Para peserta Visudhi Upasaka/Upasika terdiri atas 12 laki-laki dan 7 perempuan. Walaupun tidak terlalu ramai, namun para peserta mengikutinya dengan baik dan tenang. Upacara dimulai dengan membacakan Namakara Gattha, kemudian mempersembahkan lilin, dupa dan bunga kepada Bhikkhu yang akan memberikan tuntunan Pancasila, yaitu Bhikkhu Vuddhiko. Dilanjutkan dengan pembacaan tekad berlindung kepada Sang Tiratana, dan dilanjutkan dengan membacakan paritta-paritta suci. Lalu Bhante pun memberikan Dhammadesana yang berkaitan dengan Visudhi ini, dan akhirnya ditutup dengan Namaskara Gatha. Sebelum bubar, para peserta pun diberikan kenang-kenangan dari Bhante berupa gelang dan gantungan. Para peserta pun resmi menjadi Upasaka/Upasika.

Maghapuja 2556 BE

Upacara Peringatan Magha Puja 2556 BE/2013 dan Perayaan CapGoh (Akhir Sincia) 24 Februari 2013, Minggu di Gedung Baru Vihara Budhi Bhakti Batam.

Maghapuja merupakan hari besar agama Buddha yang jatuh pada hari Purnama Sidhi di Bulan Magha.Pada hari itu, Buddha Gautama menguraikan Ovada Patimokkha yang dikenal dengan 4 cirinya dan diperingati oleh Umat Buddha setiap tahunnya, yaitu:
1. Pada kesempatan itu hadirlah 1250 Bhikkhu.
2. Mereka semuanya telah mencapai tingkat Arahat.
3. Mereka ditahbiskan sendiri oleh Sang Buddha dengan cara Ehi Bhikkhu Upasampada
4. Mereka hadir tanpa diundang dan tanpa kesepakatan
Pertemuan ini berlangsung di Taman Tupai di hutan bambu Veluvana-arama.
Umat Buddha bersama-sama melakukan Pradaksina (mengelilingi Objek Suci), Puja Bhakti Bersama, mendengarkan Dhammadesana, dan Pemberkahan serta pelimpahan jasa. Yang tidak kalah seru adalah perayaan capgo pertama di tahun ular dengan Pembagian Angpao dan Hadiah oleh Dewa Rezeki, Cai Sen Ye. Di Momen Magha Puja ini, mari Umat Buddha bersama-sama merenungi khotbah inti ajaran Buddha yang berbunyi sangat simpel. 
1. Janganlah berbuat jahat Tidak melakukan segala keburukan, milikilah pengendalian diri yang baik, laksanakan Pancasila Buddhis dengan penuh perhatian. 
2. Tambahkanlah kebajikan terus menerus melakukan kebajikan baik yang kecil maupun yang besar. Perbuatan kecil pun tidak boleh dilupakan. Seperti halnya, menyapa tetangga, rukun dengan saudara, hingga menolong banyak orang, makhluk hidup lainnya. Teruslah mempraktekkan 10 Punnakiriyavatthu 
3. Sucikan Batin dan Pikiran Ingat terus meditasi. Latihan Meditasi yang baik. 

Semoga momen Magha Puja ini dapat mengetuk hati nurani kita untuk mempraktekkan Dhamma dengan baik dan lebih baik lagi, hingga mencapai Pencerahan. Xue Ye Jin Bu (Maju dalam Belajar Buddha Dhamma) Sheng Ti Jian Kang (Sehat Selalu) Xin Nian Kuai Le (Anda akan Bahagia setelah mempraktekkan Dhamma)

Pai Cia GMVBB (Imlek 2013)

Pada tanggal 17 Februari 2013 lalu tepatnya seminggu setelah tahun baru Imlek, GMVBB mengadakan Pai Cia ke rumah-rumah anggota GMVBB dan juga rumah pengurus-pengurus MBI serta rekreasi ke Ocarina. Adapun rumah yang kami kunjungi yaitu rumah Apryanto selaku ketua GMVBB, Christopher, Nia, Meilika, Kevin & Evelyn, Yeni, dan Lina. Pengurus-pengurus MBI yang kami kunjungi berupa rumah Bpk. Tjong Tjiu dan rumah Pak Hery selaku ketua MBI daerah Kepri. Benar-benar hari yang menyenangkan dapat keluar bersama dengan anggota-anggota GMVBB dan melakukan Pai Cia bersama dan juga rekreasi ke Ocarina. Semoga ke depannya GMVBB dapat semakin bersatu dan saling bekerjasama dengan baik.









Sunday, 3 March 2013

Bakti Sosial 2013

Aksi Sosial GMVBB I (Generasi Muda Mudi Vihara Budhi Bhakti Batam) pada Sabtu, 16 Februari 2013. “Semoga hujan makanan dan minuman turun Menghilangkan rasa sakit dari haus dan lapar Dan selama masa kalpa kelaparan Semoga saya sendiri menjadi makanan dan minuman.” Doa Dedikasi Bodhicharyavatara, Bodhisatva Shantideva Namo Sanghyang Adi Buddhaya, Namo Buddhaya. 
Para Sahabat Dhamma yang budiman, Generasi Muda Mudi Vihara Budhi Bhakti Batam akan melaksanakan kegiatan aksi sosial. Aksi sosial yang pertama di tahun 2013 ini adalah dalam suasana Imlek 2564, kami melakukan aksi sosial Pembagian 100 Nasi Bungkus kepada mereka yang hidup di jalanan seperti para tuna wiswa, pengemis, pemulung, dan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu memberikan keringanan beban biaya makan mereka satu kali. Mungkin hal ini tidak menjadi beban bagi kita yang telah hidup berkecukupan. Namun, bagi mereka yang berada dalam kesulitan dana, adalah satu hal yang sangat membantu walaupun hanya sehari. Mereka merasa masih dipeduli, masih ada cinta kasih di dunia ini. Hal ini sesuai dengan ajaran setiap agama bahwa kita harus mempraktekkan cinta kasih, belas kasih kepada sesama. Bahkan dalam tekad Bodhicaryavatara, Acharya Shanti Deva memberikan contoh bahwa umat Buddha harus senantiasa melatih diri menjadi makanan bagi yang lapar. Semoga aksi ini membawa berkah bagi kita semua. 
Sadhu…Sadhu…Sadhu…




Sunday, 3 February 2013

Bina Widya 2012

Sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan pada Musda Sekber PMVBI 2012 lalu, maka diadakan Bina Widya 2012. Bina Widya ini merupakan Retret Pemuda Buddhis yang berisikan tentang pelatihan spiritual berupa Studi, Aksi dan Meditasi yang dikemas dalam 3 hari 2 malam dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta agar dapat selalu ikhlas, welas dan mawas. Acara ini dibawa oleh Mom. Handaka Vijjananda, pendiri Ehipassiko Foudantion dan terkenal sebagai sosok tokoh Buddhis yang turut memajukan agama Buddha di Indonesia.

Bina Widya 2012 diadakan pada tanggal 28-30 Desember 2012 di Pulau Moro, Karimun tepatnya di Vihara Vipassana Giri. GMVBB hanya mengirim 5 orang untuk mengikutinya namun secara keseluruhan peserta yang mengikuti Bina Widya mencapai 75 orang yang berasal dari berbagai vihara dan daerah.

Pembukaan pada hari pertama diadakan di Sinar Moro. Dimulai dengan laporan dari Ketua Panitia, Sdr. Arjunita, aneka acara hiburan, penyerahan cindera mata, hingga foto bersama. Acara berlangsung dengan baik dan lancar.


Selanjutnya, acara Bina Widya pun resmi dimulai. Selama 3 hari 2 malam, para peserta pun mengikuti acara dengan senang dan penuh kesadaran. Acara diawali dengan pengambilan Atthasila oleh YM. Bhikkhu Vuddhiko. Dengan mengambil Atthasila maka peserta diwajibkan untuk menjalankan Pancasila dan 3 sila tambahan dalam 3 hari tersebut yang salah satunya yaitu tidak makan setelah jam 12 siang sehingga peserta hanya makan 2 kali sehari yaitu pagi dan siang.
Setiap pagi, tidak lupa juga peserta melakukan Olahraga pagi yang dibimbing langsung oleh MoM. Handaka. MoM. Handaka mengajarkan banyak hal dalam olahraga pagi yang salah satunya yaitu 'Lion Air'.

Ketika makan juga kami tidak lupa untuk melakukan meditasi makan. Meditasi makan yaitu makan dengan penuh kesadaran, sehingga ketika kami makan, kami hanya makan tanpa memikirkan hal-hal yang lain. Dalam kegiatan-kegiatan bebas pun kami diingatkan untuk selalu melakukan segala hal dengan penuh kesadaran, melakukan Noble Silent yaitu berbicara ketika diperlukan saja.

Selama di sana, kami juga dibekali banyak hal oleh guru pembimbing, MoM. Handaka Vijjananda ditemani dengan anak angkatnya, Ko Andre 'Pu Kong'. Ada 3 bagian besar yang diajarkan yaitu dalam bidang Studi, Aksi dan Meditasi. Dalam studi, MoM. Handaka mengajarkan 7 Magic Rules. Dari sana, kami mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kehidupan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Aksi, peserta yang tergabung dalam berbagai kelompok mengikuti berbagai acara seperti debat dalam agama Buddhis, Founding Foundation, dan juga melakukan kebajikan spontan. Dalam Meditasi, kami diajarkan berbagai jenis meditasi seperti meditasi pernafasan, Sathi Sampajana, dll. Kami juga selalu diingatkan untuk melakukan meditasi dalam kegiatan apapun yang berupa menjalankan setiap kegiatan dengan mawas diri.



Pada hari terakhir, YM. Bhikkhu Kusalananda melengkapi kegiatan Bina Widya ini dengan memberikan Dhamma mengenai berbagai hal seperti tata cara melakukan dana makanan kepada Bhikkhu, Dasapunnakiriyavattu atau 10 dasar perbuatan kebajikan dan juga diskusi Dharma.

Tidak terasa akhirnya Bina Widya sudah mencapai penghujung acara yang akhirnya ditutup dalam acara Malam Penutupan dan disertai dengan Pentas Seni Budaya dari berbagai Pulau di Kepulauan Riau, juga foto bersama pada malam penutupan.


Sungguh pengalaman 3 hari 2 malam yang tidak terlupakan. Melalui Bina Widya ini, kami pun mendapatkan banyak pelajaran berharga dan dapat melatih diri untuk menjadi lebih ikhlas, welas dan mawas. Terima kasih kepada MoM. Handaka yang banyak membagi ilmunya yang berguna bagi kami. Semoga Bina Widya dapat diadakan lagi di tahun 2013!