Welcome to Our Blog

Please Visit our Facebook Group or leave any comment/feedback for our Blog improvement here

Metta Day

GMVBB mengunjungi Panti Asuhan sebagai wujud cinta kasih

Perayaan Imlek SMB SD

新年快乐, 恭喜发财!🍊🐶

Magha Puja 2561 B.E. / 2018 M

"Janganlah berbuat kejahatan perbanyakanlah perbuatan baik sucikan hati dan pikiranmu, Itulah Ajaran semua Buddha" -Dhammapada Ayat 183-

Inauguration and Continuation Day

Pelantikan dan Perayaan Hari Ulang Tahun GMVBB dan WBVBB
21 Tahun GMVBB dan 2 Tahun WBVBB.

Tuesday, 2 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 3

Namo Buddhaya _/\_

"Seberapa Bosankah Kehidupan Ini?" menjadi tema malam ketiga dalam Sepekan Penghayatan Dhamma dan dibawakan oleh Pak Suratman.

"Hidup ini sekali saja, kenapa dipusingkan?"

Inilah konsep pikiran manusia yang belum memahami Dhamma.
Untuk yang mengerti Dhamma, mereka akan mengatakan bahwa hidup ini sudah sangat membosankan. Sudah banyak kelahiran yang kita lalui, tidak terhitung, dan sudah sepatutnya kita merasa bosan.
Kapankah kita akan merasa bosan akan kehidupan?
Sampai pada saat kita mengerti hakikat hidup ini yang sebenarnya, bahwa hidup ini adalah penderitaan, tidak kekal.
lalu
Apa yang harus kita lakukan ketika menemui kebosanan dalam hidup ?
Ada 8 kondisi di dalam dunia ini atau yang disebut dengan attaloka Dhamma, yaitu : untung, rugi, suka, duka, kaya, miskin, dipuji, dihina.
Dengan memahami kedelapan kondisi tersebut, yang pasti manusia akan menjadi lebih baik dengan penerimaan kondisi yang Ada. Bukan menjadi manusia yang putus asa ketika dalam menghadapi masalah. Justru tindakan tersebut akan memperpanjang rantai kehidupan ini. Terlahir dan terlahir lagi.
Lima kekuatan (Panca Bala) yang harus dimiliki oleh kita sebagai manusia untuk melawan rasa bosan dalam kehidupan, yaktu :
1.Sadha (keyakinan)
2.Virya Bala (semangat)
3.Sati Bala (perhatian)
4.Samadhi (konsentrasi)
5.Panna Bala (kebijaksanaan)
Jadi, Seberapa Bosan Kehidupan ini Sesungguhnya?
Jawabannya, tanyakan pada dirimu sendiri, sudah seberapa banyak anda melakukan kebajikan untuk memutuskan rantai kehidupan ini agar menuju nibbana?
Bersyukurlah kita terlahir sebagai manusia, karena setiap manusia yang lahir terdapat benih-benih ke-Buddhaan yang perlu dikembangkan.

"Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, sulit dijaga dan sulit dikuasai, namun orang bijaksana akan meluruskannya, bagaikan seorang pembuat panah dan meluruskan panah.
Pikiran itu selalu menggelepar bagaikan seekor ikan yang dikeluarkan dari air dan dilemparkan ke atas tanah. Karena itu, kekuasaan Mara harus dihancurkan.
Mengawasi pikiran yang sukar dikendalikan, binal dan mengembara sesuka hati adalah baik. Pikiran yang telah dijinakkan akan membawa kebahagiaan." Citta Vagga, syair 33 - 35

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Image may contain: 3 people, people sitting, living room and indoor

Monday, 1 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 2

Namaste _/\_

Malam kedua dengan tema "Pariyati Patipati Dhamma" yang dibawakan oleh Pak Dedi.
Tidak ada kegiatan apapun yang hanya teori, begitulah yang dikatakan Sang Buddha.
Pariyati dan patipati diibaratkan layaknya sepasang kaki, yaitu kaki kanan dan kaki kiri yang tentunya harus jalan beriringan agar dapat berjalan dengan seimbang.
Diibaratkan apabila hanya pariyati, seperti menunjukkan jalan kepada orang buta.
Buddha menjelaskan ada 5 hal untuk melaksanakan pariyati dan patipati, yaitu harus memiliki pandangan benar yang meliputi :
- Sila (moral)
- Dhamma savana (mendengarkan Dhamma)
- Dhamma sakanca
- Samantha (meditasi ketenangan)
- Vipassana (meditasi penerangan)
Demikianlah wejangan Dhamma di malam kedua.


Image may contain: one or more people, people sitting, living room, table and indoorImage may contain: one or more people, living room and indoor

Image may contain: 3 people, shoes, living room, table and indoor

Image may contain: 2 people, people sitting and indoor

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Sunday, 30 April 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 1

Namo Buddhaya Teman-teman se-Dhamma _/\_
Malam Pertama kegiatan Sepekan Penghayatan Dhamma bertemakan "Menghargai Kehidupan" oleh Romo Ngateman.
Di dalam Agama Buddha, menghargai hidup (katannu-katavedhi) berarti mengharrgai apa yang kita miliki. Apa yang kita miliki saat ini sebenarnya merupakan buah dari karma masa lalu yang memang harus kita miliki saat ini.
Dalam 31 alam kehidupan, salah satunya yaitu alam manusia. Alam manusia merupakan alam yang paling istimewa, mengapa ? Karna hanya di alam manusialah yang terdapat kesempatan-kesempatan untuk melakukan kebajikan, kepada siapapun, makhluk apapun. Sulit untuk di alam dewa maupun 4 alam rendah.
Yang harus kita upayakan ketika sudah terlahir menjadi manusia, jangan pada akhirnya dikehidupan selanjutnya membuat kita malah terjun bebas ke alam rendah. Karna sudah terlahir menjadi manusia, apalagi bisa bertemu dengan Dhamma, sudah sepantasnya kita ber-pariyatti (belajar dhamma) dan ber-patipati (praktek dhamma).
Saatnya kita bisa mensyukuri kelahiran kita pada saat ini, sebagai manusia. Artinya dengan terlahir sebagai manusia itu sendiri sebenarnya sudah merupakan kebahagian.

"Jalankanlah praktik hidup yang benar dan jangan lalai. Barangsiapa hidup sesuai dengan Dhamma akan hidup bahagia di dunia ini maupun di dunia berikutnya." - Lokka Vagga, syair ke 169

Image may contain: one or more people, people sitting, living room, table and indoor

Image may contain: 6 people, people sitting and indoor

Image may contain: 2 people, indoor

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Friday, 14 April 2017

Happy Continuation Day!




Mari hadiri "Hari Berkelanjutan" yang ke 20 Tahun GMVBB dan 1 Tahun WBVBB (Wanita Buddhis) pada :

Hari : Sabtu, 15 April 2017
Pukul : 19.00 WIB
Lokasi : Lt. 2 Da Bei Fo Tang, Vihara Budhi Bhakti Batam

Semoga dengan bertambahnya usia membuat kami semakin berkembang dalam hal melayani umat dan semua orang di dalam Buddha-Dhamma

Sadhu_/|\_

Saturday, 11 February 2017

Peringatan Hari Suci Magha Puja 2560 B.E./2017


Namo Buddhaya _/|\_

Selamat Hari Raya Magha Puja 2560 B.E. / 2017 😇🙏

Salah satu pembabaran Sang Buddha tentang Ovadapatimokkha yang sangat indah dan dikenal oleh banyak umat Buddha adalah,

"Tidak melakukan segala kejahatan, senantiasa menyempurnakan kebaikan, dan menyucikan pikiran; Inilah ajaran para Buddha".

Pertemuan Agung para Bhikkhu Arahat tersebut dinamakan Caturangasanipata, yaitu pertemuan akbar yang didukung oleh 4 (empat) faktor peristiwa utama yang istimewa, yaitu :

1. Berkumpulnya para Bhikkhu yang berjumlah 1250 orang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

2. Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian dan memiliki kemampuan abhinna.

3. Mereka ditabiskan dengan memakai ucapan Ehi Bhikkhu.

4. Sang Buddha membabarkan Ovadapatimokkha kepada Mereka.

Dengan dihadiri anggota Sangha, marilah kita bersama-sama mengingat kembali Hari Suci Magha Puja pada:

hari, tanggal : Sabtu, 18 Februari 2017
waktu : pukul 18.30 WIB s/d selesai
tempat : Vihara Budhi Bhakti Batam

Rangkaian kegiatan selengkapnya bisa di baca pada poster yang disertakan 😊

Mettacitena,


Vihara Budhi Bhakti Batam

Thursday, 29 December 2016

Perayaan Hari Metta 2017




Namo Buddhaya _/\_

Mari kita awali tahun 2017 dengan mengikuti Kebaktian Perayaan Hari Metta (Cinta kasih), Minggu, 1 Januari 2017, pukul 09.00 WIB -  Selesai, di Vihara Budhi Bhakti Batam.

Yukk!!! mari kita awali tahun baru dengan melakukan kebajikan😊

Happy New Year teman-teman!🎊🎉
Semoga di tahun 2017 semua makhluk berbahagia😀

Sadhu...sadhu...sadhu...

Monday, 5 December 2016

Dhammatalk Mom Handaka Vijjananda

Namaste teman-teman se-Dhamma _/\_


Berikut ini merupakan foto-foto kegiatan Dhammatalk malam sabtu lalu oleh Mom Handaka Vijjananda di Vihara Budhi Bhakti Batam.

"Mendengarkan Dhmma di saat yang tepat itulah berkah utama"


Mettacitena,
Vihara Budhi Bhakti Batam

Monday, 28 November 2016

Informasi Dhammatalk Mom Handaka



Namo Buddhaya Saudara/i sedhamma _/\_

KABAR GEMBIRA ❗❗❗

Sabtu, 3 Desember 2016,
Dhamma Talk bersama Mom Handaka Vijjananda (beliau adalah pendiri Ehipassiko Foundation) dengan tema "Benar Benar Kaya" 😀 👏 
Di Vihara Budhi Bhakti Batam, pukul 19.00 WIB - selesai.

Pada penasaran nih dengan sok sok seorang Mom Handaka? Apa sih yang di maksud dengan benar benar kaya? Apakah kita bisa menjadi benar benar kaya? 

AYOO!
Jangan ragukan dirimu untuk mengikuti acara Dhamma Talk ini, karena pastinya akan seru dan juga menyenangkan. 
Tunggu apa lagi? Langkahkan kaki anda dalam kesempatan ini untuk ikutsertakan Dhamma Talk ini bersama Mom Handaka 🙋

Ditunggu kehadirannya...
Sampai bertemu di hari Sabtu yang akan datang😆

Mettacitena,

Vihara Budhi Bhakti Batam

Friday, 11 November 2016

Info Dhammatalk


Namo Buddhaya teman-teman se-dhamma _/\_



Akan ada Dhammtalk oleh 大寂法师 bertemakan "Menuju Ketenangan & Kegembiaraan Kehidupan" di Vihara Budhi Bhakti Batam khususnya pada hari :
Sabtu, 19 November 2016 dan Minggu, 20 November 2016 pukul 19.00-selesai
jangan lupa datang ya teman-teman!


Mettacitena,


Vihara Budhi Bhakti Batam





Sunday, 9 October 2016

Makna Kathina yang Sesungguhnya

"Memberikan dana dengan penuh keyakinan, hendaknya Sila selalu dilaksanakan, rajin melatih Samadhi, maka ia akan dapat terlahir di alam Surga."



Bulan Kathina ini mengingatkan kita untuk kembali pada praktek utama yang sangat penting, yaitu Berdana. Berdana tidak hanya dilakukan pada saat bulan Kathina saja, akan tetapi dapat kita praktekkan kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja yang membutuhkan.
Berdana merupakan suatu sifat kemuliaan yang sangat ditekankan dalam berbagai aliran Buddhisme. Tentunya dalam berdana secara materi kepada yang membutuhkan, haruslah sumber dana tersebut diperoleh dari usaha sendiri yang dihimpun secara benar. Dengan senantiasa berdana yang terbaik dalam segala hal maka akan terbina sifat kemuliaan yang tak terkira.
Berdana yang dilakukan dengan keyakinan, penuh hormat, secara tepat waktu, ikhlas dan tanpa merugikan diri sendiri ataupun pihak lain akan menghasilkan buah karma yang baik berupa kemakmuran, kekayaan, dan harta benda yang berlimpah. Berdana tidak hanya ditinjau dari sudut materi saja tetapi juga bisa dari pembicaraan yang ramah, senyuman yang tulus, budi pekerti yang menyenangkan dan memberikan pengertian yang benar mengenai ajaran Sang Buddha. Untuk dapat menghimpun dana secara benar, maka kita haruslah giat dalam bekerja dan senantiasa mengumpulkan bekal secara benar sewaktu masih muda.
Berdana sesungguhnya dapat melatih diri kita untuk melepaskan keterikatan terhadap hal-hal yang bersifat duniawi. Keterikatan materi yang dapat dilatih dengan Amisa Dana (berdana materi), keterikatan terhadap badan jasmani dapat dilatih dengan Paricaya Dana (berdana tenaga), keterikatan terhadap status sosial ataupun jabatan dapat kita kikis dengan Abhaya Dana (berdana dalam bentuk memaafkan, memberi rasa aman dan menyelamatkan makhluk yang membutuhkan).
Semoga dengan tibanya Hari Kathina, kita dapat senantiasa ingat untuk tidak terlalu terikat dengan hal-hal yang bersifat duniawi, senantiasa berbuat bajik sehingga mendatangkan dana berupa kebahagiaan bagi semua makhluk hidup.

“Di dunia ini ia berbahagia, di dunia sana ia berbahagia; pelaku kebajikan berbahagia di kedua dunia itu, ia akan berbahagia ketika berpikir, ‘aku telah berbuat kebajikan’, dan ia akan lebih berbahagia lagi ketika berada di alam bahagia.”

Sang Buddha bersabda: “Sesungguhnya orang kikir tidak dapat pergi ke alam dewa. Orang bodoh tidak memuji kemurahan hati. Akan tetapi orang bijaksana senang dalam memberi, dan karenanya ia akan bergembira di alam berikutnya.”