Welcome to Our Blog

Please Visit our Facebook Group or leave any comment/feedback for our Blog improvement here

Metta Day

GMVBB mengunjungi Panti Asuhan sebagai wujud cinta kasih

Perayaan Imlek SMB SD

新年快乐, 恭喜发财!🍊🐶

Magha Puja 2561 B.E. / 2018 M

"Janganlah berbuat kejahatan perbanyakanlah perbuatan baik sucikan hati dan pikiranmu, Itulah Ajaran semua Buddha" -Dhammapada Ayat 183-

Inauguration and Continuation Day

Pelantikan dan Perayaan Hari Ulang Tahun GMVBB dan WBVBB
21 Tahun GMVBB dan 2 Tahun WBVBB.

Sunday, 7 May 2017

Budhi Bhakti Kalyanamitta Championship 2017

Namo Buddhaya teman-teman _/|\_

Pada 7 Mei 2017, Vihara Budhi Bhakti Batam mengadakan Budhi Bhakti Kalyanamitta Championship yang pertama loh!

Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu bentuk perayaan Waisak serta untuk mengeratkan hubungan persaudaraan antar umat Buddha di kota Batam.

Budhi Bhakti Kalyanamitta Championship diikuti oleh 7 Vihara di Kota Batam, antara lain :
1. Vihara Budhi Bhakti Batam
2. Vihara Buddhayana Batam
3. Vihara Widya Dharma
4. Vihara Maitri Sagara
5. Vihara Bodhi Marga
6. Vihara Metta Parami
7. Vihara Hock An Kiong
Dengan 9 cabang perlombaan dan kurang lebih 109 orang peserta, Budhi Bhakti Kalyanamitta Championship akan kembali lebih meriah di tahun yang akan datang.

Berikut dokumentasi kegiatan BBKC \('u')/

Image may contain: 13 people, people standing

Image may contain: 6 people, people smiling, people standing, child and indoor

Image may contain: 5 people, people sitting, table and indoor

Image may contain: 1 person, indoor

Image may contain: 3 people, shoes, child and indoor

Image may contain: one or more people, people sitting, table and indoor

Image may contain: 1 person, sitting, shoes, table and indoor

Image may contain: 24 people, people smiling, indoor


untuk selengkapnya, teman-teman bisa melihat di facebook GMV Budhi Bhakti Batam.

Mettacitena,

Vihara Budhi Bhakti Batam.

Saturday, 6 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 7

"Saatnya Memaknai Waisak Sesuai Dhamma" menjadi tema terakhir dari kegiatan SPD.

Seperti yang kita ketahui di dalam kehidupan, manusia pada hakikatnya memiliki 3 sifat, yaitu :
- manusia yang suka berputar-putar di alam kehidupan
- manusia yang dari jalan terang menuju jalan kegelapan 
- manusia yang dari jalan gelap menuju ke jalan yang terang

Rangkaian Sepekan Penghayatan Dhamma ini adalah rangkaian kegiatan dalam memperingati hari raya Waisak. Waisak memperingati 3 hal yang berkaitan dengan Bodhisatva dan Sang Buddha.

Yang pertama adalah Kelahiran Sang Bodhisatva yang disebut sebagai Sidharta Gotama. Ketika Sang Bodhistva lahir, terjadinya gempa tetapi tidak menimbulkan korban. Ini salah satu ciri khas dari kelahiran Bodhisatva.

Ciri yang kedua adalah turun hujan yang hangat. Saat Bodhistva lahir, Ia dapat berjalan sebanyak 7 kali, dan setiap kali ia berjalan tumbuh bunga teratai. Kenapa 7?, karena ketika Bodhisatva lahir ia telah memiliki 7 tingkat kesucian (terdapat dalam Bojangga Sutta).

Apa yang yang kita maknai dari Kelahiran Bodhisatva ini?, yang dapat kita maknai dari Kelahiran Sang Bodhisatva ini adalah ketika kita lahir di dunia ini berarti kita sudah siap untuk yang namanya menderita dan juga kita harus menghormati dengan sangat hormat dengan mereka yang disebut Ibu.

Yang kedua Pencapaian Penerangan Sempurna. Yang dapat kita maknai dari Pencapaian Penerangan Sempurna dari Sang Buddha adalah Kita dapat Sukses dalam melakukan suatu hal.

Yang terakhir adalah Maha Parinibanna Sang Buddha, namun disini kadang kita tidak dapat memaknai karena Buddha itu sudah sempurna dan siap kapan saja untuk Parinibanna, sedangkan manusia yang masih banyak kekotoran batin dalam hatinya, sangat belum siap. Mengapa? Karna kita belum banyak melakukan banyak Kebajikan.

Kita harus memahami waisak dari Kelahiran, Pencapaian Penerangan Sempurna, dan Maha Parinibanna Sang Buddha. Karena ini ada kaitannya dengan diri kita, dengan kehidupan kita.

Image may contain: one or more people, living room, table and indoor

Image may contain: 1 person, indoor

Image may contain: 1 person, sitting and indoor


Friday, 5 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 6

"Dengan meninggalkan semua kesenangan indera dan kemelekatan, demikianlah hendaknya orang bijaksana membersihkan dirinya dari noda-noda pikiran" - Pandita Vagga
Selamat malam teman-teman!
Kembali lagi bersama Vihara Budhi Bhakti dalam kegiatan Sepekan Penghayatan Dhamma.
Setelah mempelajari mengenai meditasi, kita akan melatih diri untuk bermeditasi.
Semoga kita akan sering melatih diri dalam bermeditasi.

Sadhu...Sadhu...Sadhu...

Image may contain: one or more people, living room and indoor

Image may contain: one or more people, people sitting and indoor

Image may contain: 2 people, table and indoor


Thursday, 4 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 5

Namaste _/\_
Malam kelima kegiatan Sepekan Penghayatan Dhamma tentu membawa suasana baru.
Mengapa?
Sebab malam kelima kegiatan tersebut bertemakan
"Pentingnya Meditasi" yang dibawakan oleh Romo Citta Santo.
Dalam agama Buddha, kita mengenal 2 macam meditasi yaitu:
1. Samantha Bhavanna, merupakan meditasi untuk mencapai keheningan.
2. Vippasana Bhavanna, merupakan meditasi untuk
mencapai tingkat kecuian (meditasi yang sering dilakukan).
Kesalahpahaman mengenai meditasi, yaitu sebagai berikut;
1. Meditasi hanya teknik-teknik relaksasi
2. Meditasi bisa kesurupan
3. Meditasi bersifat misterius dan sulit dipahami
4. Meditasi untuk mendapatkan kesaktian
5. Meditasi hanya untuk umat suci, bukan untuk umat perumah tangga
6. Meditasi mengkosongkan pikiran
7. Meditasi selama satu hari / tiga hari / seminggu maka masalah akan selesai
Sikap batin dalam meditasi :
1. Jangan berharap apapun
2. Jangan tegang dan tergesa gesa
3. Sikap batin dalam meditasi jangan melekat pada apapun dan menolak apapun
4. Bersikap baik pada diri sendiri
5. Selidiki sendiri / guru pembimbing hanyalah sebagai penuntun
6. Jangan suka melamun
7. Pandanglah sebuah masalah sebagai tantangan
Tataran dalam melaksanakan meditasi :
1. Konsentrasi persiapan, focus pada sebuah objek
2. Konsentrasi yang mantap
3. Konsentrasi penuh pada konsentrasi

"Menaklukkan diri sendiri sesungguhnya lebih baik daripada menaklukkan makhluk lain, orang yang telah menaklukkan dirinya sendiri dapat mengendalikan diri" - Sahassa Vagga syair 103

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Image may contain: one or more people, people sitting and indoor

Image may contain: 3 people, people sitting, shoes, living room and indoor

Image may contain: 4 people, people sitting and indoor


Wednesday, 3 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 4

Namo Buddhaya _/\_
Sepekan Penghayatan Dhamma malam ke-4 bertemakan 'Benarkah Aku Beragama Buddha?' loh teman-teman.
​Sering kita jumpai pertanyaan seperti apakah saya benar-benar beragama Buddha?
Jawabannya pasti cuman ada dua yaitu “iya” atau “tidak’.
Mari kita pelajari disini, apakah yang menjadi keraguan umat Buddha.
Ada beberapa pertanyaan yang sering kita jumpai yaitu sebagai berikut;
1. Apa sebutan Tuhan dalam agama Buddha?
2. Apakah umat Buddha menyembah berhala, patung, dsb yang akibatnya masuk neraka?
3. Apa tujuan umat Buddha?
4. Apa inti dari ajaran Buddha?
​Dalam agama Buddha terdapat Tuhan tetapi bukan merupakan sebuah sosok yang mengatur segalanya melainkan sebuah sifat luhur yang harus kita teladani.
Dalam agama Buddha sifat luhur itu disebut “catu paramitta”
​Umat Buddha bukan meyembah berhala ataupun patung melainkan memuja objek yang merupakan simbolis atau lambang dalam agama Buddha. Semua itu melambangkan ajaran yang pernah diajarkan Sang Buddha. Dengan adanya objek akan meningkatkan keyakinan kita sebagai umat Buddha.

Banyak yang berpikir tujuan agama Buddha yaitu masuk surga. Tetapi sebenarnya tujuan utama agama Buddha yaitu mencapai Nibbana (putusnya rantai kehidupan). Dengan melaksanakan jalan mulia berunsur delapan, kita akan bisa mencapai nibanna tersebut.

Lalu, apakah inti dari ajaran Buddha?
Dari semua ajaran yang telah dibabarkan oleh Buddha, sebenarnya inti dari ajaran Buddha hanyalah terangkum dalam tiga kalimat yaitu: dengan tidak melakukan segala bentuk kejahatan, senantiasa mengembangkan kebajikan, dan membersihkan batin.

Dengan mengerti ajaran Buddha yang sesungguhnya, itulah tandanya kita telah benar benar beragama Buddha.

"Ia yang telah berlindung pada Buddha, Dhamma dan Sangha dengan bijaksana dapat melihat Empat Kebenaran Mulia, yaitu :
Dukkha, sebab dari dukkha, akhir dari dukkha serta Jalan Mulia Berfaktor Delapan m\yang menuju pada akhir dukkha.
Sesungguhnya itulah perlindungan utama. Dengan pergi mencari perlindungan seperti itu, orang akan bebas dari segala penderitaan." - Buddha Vagga, syair 190 - 193

Image may contain: one or more people and indoor

Image may contain: one or more people, people sitting, table and indoor

Image may contain: 2 people, people sitting, living room, table and indoor

Tuesday, 2 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 3

Namo Buddhaya _/\_

"Seberapa Bosankah Kehidupan Ini?" menjadi tema malam ketiga dalam Sepekan Penghayatan Dhamma dan dibawakan oleh Pak Suratman.

"Hidup ini sekali saja, kenapa dipusingkan?"

Inilah konsep pikiran manusia yang belum memahami Dhamma.
Untuk yang mengerti Dhamma, mereka akan mengatakan bahwa hidup ini sudah sangat membosankan. Sudah banyak kelahiran yang kita lalui, tidak terhitung, dan sudah sepatutnya kita merasa bosan.
Kapankah kita akan merasa bosan akan kehidupan?
Sampai pada saat kita mengerti hakikat hidup ini yang sebenarnya, bahwa hidup ini adalah penderitaan, tidak kekal.
lalu
Apa yang harus kita lakukan ketika menemui kebosanan dalam hidup ?
Ada 8 kondisi di dalam dunia ini atau yang disebut dengan attaloka Dhamma, yaitu : untung, rugi, suka, duka, kaya, miskin, dipuji, dihina.
Dengan memahami kedelapan kondisi tersebut, yang pasti manusia akan menjadi lebih baik dengan penerimaan kondisi yang Ada. Bukan menjadi manusia yang putus asa ketika dalam menghadapi masalah. Justru tindakan tersebut akan memperpanjang rantai kehidupan ini. Terlahir dan terlahir lagi.
Lima kekuatan (Panca Bala) yang harus dimiliki oleh kita sebagai manusia untuk melawan rasa bosan dalam kehidupan, yaktu :
1.Sadha (keyakinan)
2.Virya Bala (semangat)
3.Sati Bala (perhatian)
4.Samadhi (konsentrasi)
5.Panna Bala (kebijaksanaan)
Jadi, Seberapa Bosan Kehidupan ini Sesungguhnya?
Jawabannya, tanyakan pada dirimu sendiri, sudah seberapa banyak anda melakukan kebajikan untuk memutuskan rantai kehidupan ini agar menuju nibbana?
Bersyukurlah kita terlahir sebagai manusia, karena setiap manusia yang lahir terdapat benih-benih ke-Buddhaan yang perlu dikembangkan.

"Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap, sulit dijaga dan sulit dikuasai, namun orang bijaksana akan meluruskannya, bagaikan seorang pembuat panah dan meluruskan panah.
Pikiran itu selalu menggelepar bagaikan seekor ikan yang dikeluarkan dari air dan dilemparkan ke atas tanah. Karena itu, kekuasaan Mara harus dihancurkan.
Mengawasi pikiran yang sukar dikendalikan, binal dan mengembara sesuka hati adalah baik. Pikiran yang telah dijinakkan akan membawa kebahagiaan." Citta Vagga, syair 33 - 35

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Image may contain: 3 people, people sitting, living room and indoor

Monday, 1 May 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 2

Namaste _/\_

Malam kedua dengan tema "Pariyati Patipati Dhamma" yang dibawakan oleh Pak Dedi.
Tidak ada kegiatan apapun yang hanya teori, begitulah yang dikatakan Sang Buddha.
Pariyati dan patipati diibaratkan layaknya sepasang kaki, yaitu kaki kanan dan kaki kiri yang tentunya harus jalan beriringan agar dapat berjalan dengan seimbang.
Diibaratkan apabila hanya pariyati, seperti menunjukkan jalan kepada orang buta.
Buddha menjelaskan ada 5 hal untuk melaksanakan pariyati dan patipati, yaitu harus memiliki pandangan benar yang meliputi :
- Sila (moral)
- Dhamma savana (mendengarkan Dhamma)
- Dhamma sakanca
- Samantha (meditasi ketenangan)
- Vipassana (meditasi penerangan)
Demikianlah wejangan Dhamma di malam kedua.


Image may contain: one or more people, people sitting, living room, table and indoorImage may contain: one or more people, living room and indoor

Image may contain: 3 people, shoes, living room, table and indoor

Image may contain: 2 people, people sitting and indoor

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Sunday, 30 April 2017

Sepekan Penghayatan Dhamma - 1

Namo Buddhaya Teman-teman se-Dhamma _/\_
Malam Pertama kegiatan Sepekan Penghayatan Dhamma bertemakan "Menghargai Kehidupan" oleh Romo Ngateman.
Di dalam Agama Buddha, menghargai hidup (katannu-katavedhi) berarti mengharrgai apa yang kita miliki. Apa yang kita miliki saat ini sebenarnya merupakan buah dari karma masa lalu yang memang harus kita miliki saat ini.
Dalam 31 alam kehidupan, salah satunya yaitu alam manusia. Alam manusia merupakan alam yang paling istimewa, mengapa ? Karna hanya di alam manusialah yang terdapat kesempatan-kesempatan untuk melakukan kebajikan, kepada siapapun, makhluk apapun. Sulit untuk di alam dewa maupun 4 alam rendah.
Yang harus kita upayakan ketika sudah terlahir menjadi manusia, jangan pada akhirnya dikehidupan selanjutnya membuat kita malah terjun bebas ke alam rendah. Karna sudah terlahir menjadi manusia, apalagi bisa bertemu dengan Dhamma, sudah sepantasnya kita ber-pariyatti (belajar dhamma) dan ber-patipati (praktek dhamma).
Saatnya kita bisa mensyukuri kelahiran kita pada saat ini, sebagai manusia. Artinya dengan terlahir sebagai manusia itu sendiri sebenarnya sudah merupakan kebahagian.

"Jalankanlah praktik hidup yang benar dan jangan lalai. Barangsiapa hidup sesuai dengan Dhamma akan hidup bahagia di dunia ini maupun di dunia berikutnya." - Lokka Vagga, syair ke 169

Image may contain: one or more people, people sitting, living room, table and indoor

Image may contain: 6 people, people sitting and indoor

Image may contain: 2 people, indoor

Image may contain: 1 person, sitting and indoor

Friday, 14 April 2017

Happy Continuation Day!




Mari hadiri "Hari Berkelanjutan" yang ke 20 Tahun GMVBB dan 1 Tahun WBVBB (Wanita Buddhis) pada :

Hari : Sabtu, 15 April 2017
Pukul : 19.00 WIB
Lokasi : Lt. 2 Da Bei Fo Tang, Vihara Budhi Bhakti Batam

Semoga dengan bertambahnya usia membuat kami semakin berkembang dalam hal melayani umat dan semua orang di dalam Buddha-Dhamma

Sadhu_/|\_

Saturday, 11 February 2017

Peringatan Hari Suci Magha Puja 2560 B.E./2017


Namo Buddhaya _/|\_

Selamat Hari Raya Magha Puja 2560 B.E. / 2017 😇🙏

Salah satu pembabaran Sang Buddha tentang Ovadapatimokkha yang sangat indah dan dikenal oleh banyak umat Buddha adalah,

"Tidak melakukan segala kejahatan, senantiasa menyempurnakan kebaikan, dan menyucikan pikiran; Inilah ajaran para Buddha".

Pertemuan Agung para Bhikkhu Arahat tersebut dinamakan Caturangasanipata, yaitu pertemuan akbar yang didukung oleh 4 (empat) faktor peristiwa utama yang istimewa, yaitu :

1. Berkumpulnya para Bhikkhu yang berjumlah 1250 orang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

2. Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian dan memiliki kemampuan abhinna.

3. Mereka ditabiskan dengan memakai ucapan Ehi Bhikkhu.

4. Sang Buddha membabarkan Ovadapatimokkha kepada Mereka.

Dengan dihadiri anggota Sangha, marilah kita bersama-sama mengingat kembali Hari Suci Magha Puja pada:

hari, tanggal : Sabtu, 18 Februari 2017
waktu : pukul 18.30 WIB s/d selesai
tempat : Vihara Budhi Bhakti Batam

Rangkaian kegiatan selengkapnya bisa di baca pada poster yang disertakan 😊

Mettacitena,


Vihara Budhi Bhakti Batam